Saturday, October 20, 2012

Toni Jack's Menjelma Jadi Jack Star

Tony Jack's Indonesia
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai pengelola resto waralaba cepat saji Toni Jack's di Solo Jawa Tengah, PT Duta Mitra Propertindo (DMP) tak rela restonya itu mati begitu saja, seperti resto Toni Jack's yang lain. Itu sebabnya, DMP akan menghidupkan restoran cepat saji itu namun dengan nama baru: Jack Star. Sebagai pengingat, pada akhir tahun 2009, di Tanah Air hadir 13 resto Toni Jack's milik pengusaha Bambang Rahmadi dan satu gerai waralaba Toni Jack's yang dikelola DMP di Solo, Jawa Tengah. Gerai di Solo itu tepatnya berada di lokasi pusat belanja Center Point Solo (CPS) di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Gerai inilah yang menjelma menjadi Jack Star. Pemegang saham mayoritas DMP adalah Lukminto, pemilik perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara, PT Sri Rejeki Isman (Sritex). Menurut Humas Jack Star, Rahmat Agung Nugroho, brand Jack Star sudah didaftarkan ke Kementerian Perdagangan (Kemdag) dan sudah dipatenkan. "Jadi sudah tak ada hubungan lagi dengan Bambang Rahmadi," jelas Rahmat kepada KONTAN, Jumat (31/8/2012).

Setelah gerai Jack Star perdana berjalan, DMP akan mengembangkan 100 gerai sesuai dengan aturan waralaba yang baru saja dikeluarkan Kemdag. Dalam beleid itu, pewaralaba hanya boleh mengembangkan 100 gerai, selebihnya diberikan kepada mitra lokal. "Tapi tahun ini kami baru buka di dua kota dulu, di Yogyakarta dan Purwokerto," ujar dia. Rahmat mengklaim, saat ini omzet gerai Jack Star bisa mencapai Rp 50 juta per hari. Hal ini lantaran Jack Star telah mengadopsi konsep makanan cepat saji plus fine dining restoran. DMP mengambil konsep ini karena gerai Jack Star di Solo diminati kalangan muda dan orang tua.

Tahun depan mulai waralaba
Dia mengatakan, Jack Star siap bersaing dengan restoran cepat saji lain yang sudah lama ada. Untuk itu, perusahaan siap mewaralabakan Jack Star tahun depan nanti. "Kami menawarkan waralaba dengan investasi Rp 500 juta-Rp 1 miliar," katanya. Rahmat menjamin, terwaralaba resto ini tak bakal bernasib seperti Toni Jack's karena DMP akan memenuhi semua yang telah diperjanjikan dengan terwaralaba siap bersaing dengan restoran cepat saji lain yang sudah lama ada. Untuk itu, perusahaan siap mewaralabakan Jack Star tahun depan nanti. "Pak Lukminto ingin Jack Star menjadi pemimpin waralaba di Indonesia yang bisa menjadi ikon kebanggaan di Indonesia," ujar dia. Rahmat menyatakan, optimisme ini tak berlebihan. Sebagai bukti, sebagian besar karyawan yang nanti direkrut untuk mengembangkan Jack Star adalah mantan karyawan McDonald's. Mereka saat itu dibawa Bambang Rahmadi untuk mengelola Toni Jacks, pasca peralihan pemegang waralaba McDonald's dari Bambang Rahmadi ke Grup Rekso. Namun setelah 13 gerai Toni Jacks tutup, sebagian besar karyawan tersebut menganggur. "Saat ini kami sedang menata manajemen. Salah satunya akan merekrut kembali mereka yang dipecat dari McD dulu," ujar dia.
Selain di bisnis makanan, Sritex juga menyiapkan sejumlah agenda ekspansi besar lain. Kabarnya, perusahaan ini menyiapkan anggaran  6 miliar dollar AS untuk membangun pabrik tekstil baru dan pabrik semen berkapasitas 4 juta ton setahun di Wonogiri. (Azis Husaini/Kontan)

Sumber :
KONTAN
Editor :
Erlangga Djumena

Source: kompas.com

Inilah Raksasa Baru Petrokimia RI

Ilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Tri Polyta Indonesia Tbk menyatakan akan merger dengan PT Chandra Asri membentuk perusahaan petrokimia terintegrasi yang efisien dan saling menguntungkan. Merger ini membentuk satu perusahaan petrokimia baru terbesar di Indonesia dan berskala global. Direktur Tri Polyta Suryandi, Minggu (26/9/2010) di Jakarta, mengatakan, manajemen Tri Polyta akan menyerahkan pernyataan pendaftaran dan rancangan merger dengan PT Chandra Asri kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta kreditor perseroan, Senin ini. Pada hari itu juga, perseroan akan mengumumkan rencana rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan kepada pemegang saham dan publik.

Aksi korporasi penggabungan kedua perusahaan yang bergerak di sektor petrokimia tersebut akan dilakukan melalui RUPSLB yang dijadwalkan 27 Oktober 2010. Diharapkan, perusahaan baru dengan nama PT Chandra Asri Petrochemical Tbk sudah efektif pada 1 Januari 2011. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, kata Suryandi, selanjutnya akan menjadi sebuah perusahaan petrokimia yang terintegrasi dengan kegiatan usaha yang mencakup hampir semua aspek rantai produksi petrokimia dan menghasilkan beberapa produk untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat luas. Gabungan kedua perusahaan tersebut juga akan membuat perusahaan baru yang lebih efisien dan menguntungkan bagi perusahaan, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Suryandi, merger Tri Polyta dengan PT Chandra Asri merupakan merger vertikal antaranak perusahaan PT Barito Pacific Tbk. Menurut dia, tidak akan ada benturan kepentingan, mengingat merger yang dilakukan terbatas pada pertukaran saham (share swap) antarkedua perusahaan. ”Merger ini akan memberikan sinergi yang menguntungkan bagi kedua perusahaan. Sebab, selama ini kebutuhan bahan baku kami dipenuhi oleh PT Chandra Asri,” kata Suryandi. Beberapa manfaat yang dihasilkan dari penggabungan Chandra Asri dan Tri Polyta di antaranya akan membuat aktivitas produksi lebih efisien sehingga akan memberikan keuntungan strategis jangka panjang dari sisi operasional dan logistik.
Dengan menjadi perusahaan petrokimia yang terintegrasi, perusahaan yang baru akan memiliki kemampuan pendanaan yang lebih besar dan menciptakan peluang bisnis lebih baik sehingga dapat meningkatkan kinerja perseroan.

Menurut Sekretaris Perusahaan Chandra Asri Suhat Miyarso, keputusan merger dilakukan setelah melalui proses uji tuntas (due dilligence) ketat sejak Juli 2010. Proses tersebut dilakukan dengan memerhatikan masukan untuk menciptakan keuntungan bagi semua pemegang saham dan pemangku kepentingan perseroan. ”Proses merger ini juga telah memerhatikan beberapa aspek, seperti kepentingan karyawan, kreditor, pemegang saham, dan stakeholder lainnya dari kedua perusahaan,” ujar Suhat menegaskan.

Tri Polyta yang berdiri tahun 1988 dan beroperasi komersial sejak tahun 1992 merupakan perusahaan yang memproduksi bijih plastik polypropylene dengan kapasitas produksi saat ini 360 kiloton per annum. Polypropylene adalah bahan baku untuk beberapa produk konsumen, seperti kemasan makanan, perabot rumah tangga, komponen otomotif, dan peralatan elektronik. PT Barito Pacific Tbk pada 5 Agustus 2008 menguasai 77,93 persen saham Tri Polyta. Dengan pangsa pasar sebesar 46 persen, total aset Tri Polyta saat ini 280 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,5 triliun.(REI)

Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Erlangga Djumena

Source: kompas.com

Monday, October 15, 2012

Bab 18: Manajemen Keuangan

Setelah mengumpulkan semangat dan energi untuk ngerjain review materi keenam, akhirnya jadi juga tulisan ini #curhat. Yap, saya akan mereview materi keenam kali ini. Apa ya yang akan saya review? Ternyata tentang manajemen keuangan. Di pembahasan saya kali ini, sebenernya cuman ada dua tujuan kok dari materi enam ini, yaitu mengerti tentang apa itu keuangan, dan apa yang dilakukan seorang manajemen keuangan. Tapi bukan berarti saya cuman jelasin sebatas itu lho..akan saya jabarkan kok. Hoho. Oke, langsung aja yuk dibaca :)
Kita sering mendengar istilah keuangan di kehidupan sehari-hari. Sebenernya, apa sih keuangan itu? Keuangan adalah fungsi dari sebuah bisnis yang menangani perolehan dana bagi perusahaan dan pengelolaan dana tersebut di dalam perusahaan. Aktivitas keuangan mencakup mempersiapkan anggaran, melakukan analisis arus kas, dan merencanakan pengeluaran dana pada aset. Manajemen keuangan adalah pekerjaan mengelola sumber daya perusahaan agar dapat mencapai tujuan dan sasarannya. Dan manajer keuangan adalah manajer yang memberikan rekomendasi bagi manajemen tingkat atas mengenai strategi-strategi untuk memperbaiki kekuatan keuangan sebuah perusahaan.

Apa saja yang dilakukan seorang manajer keuangan?
1. Melakukan auditing
2. Mengelola pajak.
3. Memberikan saran bagi manajemen tingkat atas mengenai hal-hal keuangan.
4. Mengumpulkan dana (manajemen kredit).
5. Mengendalikan dana (manajemen dana).
6. Memperoleh dana.
7. Menyusun anggaran.
8. Melakukan perencanaan.

Namun, tidak semua perusahaan berhasil dalam keuangannya. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab perusahaan gagal secara keuangan, yaitu:
1. Kekurangan modal atau undercapitalization (tidak memiliki cukup dana untuk memulai bisnis).
2. Pengendalian arus kas yang buruk.
3. Pengendalian biaya yang tidak memadai.

Perencanaan keuangan merupakan tanggung jawab utama dari manajer keuangan di dalam suatu bisnis. Perencanaan keuangan meliputi tiga langkah, yaitu:

1. Memproyeksi kebutuhan keuangan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Proyeksi jangka pendek adalah proyeksi yang memprediksi pendapatan, biaya, dan beban untuk periode satu tahun atau kurang. Sebagian dari proyeksi jangka pendek bisa jadi dalam bentuk proyeksi arus kas, yakni proyeksi yang memprediksi arus kas masuk dan keluar pada periode mendatang, biasanya bulanan atau kuartalan.  Sedangkan proyeksi jangka panjang adalah proyeksi yang memprediksi pendapatan, biaya, dan beban untuk periode lebih lama dari 1 tahun, dan terkadang selama 5 atau 10 tahun mendatang.
2. Menyusun anggaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Anggaran adalah rencana keuangan yang menjelaskan harapan-harapan manajemen atas pendapatan, dan dengan dasar harapan-harapan tersebut, mengalokasikan penggunaan sumber daya tertentu di seluruh perusahaan. Ada tiga tipe anggaran, yakni:
a. Anggaran modal, yaitu anggaran yang menyoroti rencana pengeluaran perusahaan untuk pembelian aset-aset utama yang sering kali memerlukan jumlah uang yang sangat besar.
b. Anggaran kas, yaitu anggaran yang memperkirakan proyeksi arus kas masuk dan keluar yang dapat digunakan perusahaan untuk mengetahui kekurangan atau kelebihan kas selama periode tertentu (misalnya bulanan, kuartalan).
c. Anggaran operasional atau anggaran master, yaitu anggaran yang mengikat erat semua anggaran perusahaan lainnya; anggaran yang merupakan proyeksi alokasi uang untuk berbagai biaya dan beban yang dibutuhkan untuk menjalankan atau mengoperasionalkan bisnis.
3. Mengembangkan kendali keuangan. Kendali keuangan adalah proses dimana sebuah perusahaan secara rutin membandingkan pendapatan, biaya, dan beban aktualnya dengan anggarannya.

Dalam bisnis, kebutuhan akan dana operasionalnya tidak akan pernah berakhir. Kebutuhan-kebutuhan tersebut, antara lain:
1. Mengelola kebutuhan sehari-hari bisnis. Tantangan terhadap manajemen keuangan yang baik adalah untuk mengetahui apakah dana tersedia untuk memenuhi kebutuhan kas harian tanpa memperhitungkan potensi investasi perusahaan.
2. Mengendalikan operasional kredit. Biasanya, bebrapa perusahaan menarik lebih banyak konsumen dengan cara memberikan kredit untuk barang dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen. Namun, ada permasalahan utama dengan menjual secara kredit, yaitu sebanyak 25 persen atau lebih dari aset bisnis akan terikat di dalam akun kreditnya (piutang usaha). Hal ini berarti, perusahaan perlu menggunakan dana yang tersedia untuk melunasi barang atau jasa yang telah dijual kepada konsumen secara kredit.
3. Memperoleh persediaan yang dibutuhkan. Bila perusahaan ingin memperoleh laba yang tinngi dalam pasar sekarang, maka ketersediaan barang dan jasa merupakan hal yang penting. Oleh karena itu, untuk memuaskan konsumen, bisnis harus tetap menjaga persediaan barang dan jasa yang seringkali melibatkan pengeluaran dana yang besar.
4. Melakukan pengeluaran modal. Pengeluaran modal adalah investasi utama, baik pada aset berwujud, seperti tanah, gedung, dan peralatan maupun aset tak berwujud, seperti paten, merek dagang, dan hak cipta.

Di awal penjelasan saya, keuangan diartikan sebagai fingsi di dalam bisnis yang bertanggung jawab untuk memperoleh dan mengelola dana. Dana yang diperoleh digunakan untuk pendanaan-pendanaan perusahaan, seperti pendanaan utang dan pendanaan ekuitas. Pendanaan utang adalah dana yang diperoleh melalui berbagai bentuk pinjaman yang harus dilunasi. Sedangkan pendanaan ekuitas adalah dana yang diperoleh dari operasional di dalam perusahaan atau melalui penjualan kepemilikan di perusahaan.
Ada juga pendanaan jangka pendek dan pendanaan jangka panjang. Pendanaan jangka pendek adalah modal pinjaman yang harus dilunasi dalam kurun waktu satu tahun. Sumber pendanaan jangka pendek bisa berasal dari:

1. Kredit dagang. Kredit dagang adalah praktik membeli barang atau jasa sekarang dan membayarnya kemudian.
2. Keluarga dan teman. Banyak perusahaan kecil memperoleh dana jangka pendek dari keluarga dan teman, karena dana tersebut dibutuhkan untuk periode kurang dari satu tahun. Namun, pinjaman tersebut dapat menciptakan masalah apabila perusahaan tidak memahami arus kas.
3. Bank komersial. Bank termasuk yang sangat sensitif terhadap risiko dan seringkali enggan untuk meminjamkan uang ke bisnis kecil. Namun, usaha yang menjanjikan dan sangat terorganisasi dapat saja memperoleh kredit bank. Faktanya, saat ini hampir setengah pendanaan bisnis kecil didanai oleh bank komersial.
4. Pinjaman dengan agunan adalah jaminan yang didukung oleh sesuatu yang bernilai seperti properti. Barang yang bernilai dinamakan agunan. Pinjaman tanpa agunan adalah suatu pinjaman yang tidak didukung oleh aset tertentu apapun.
5. Lini kredit, yang merupakan dana panjang tanpa agunan dalam jumlah tertentu yang akan dipinjamkan suatu bank kepada suatu bisnis, dan dana yang disediakan telah siap tersedia.
6. Anjak piutang, yakni proses menjual piutang untuk memperoleh kas. Anjak piutang merupakan sumber dana jangka pendek yang lumayan mahal bagi sebuah perusahaan.
7. Surat utang komersial, yang merupakan surat sanggup bayar tanpa agunan sebesar $100.000 atau lebih yang berakhir (jatuh tempo) dalam 270 hari atau kurang.

Pendanaan jangka panjang adalah modal pinjaman akan dilunasi selama periode tertentu lebih lama dari satu tahun. Pendanaan jangka panjang berasal dari pendanaan utang dan pendanaan ekuitas. Pendanaan utang bisa berasal dari meminjam uang kepada lembaga peminjam, yang selanjutnya harus menandatangani perjanjian kredit berjangka (surat sanggup bayar), atau dengan menerbitkan obligasi. Obligasi adalah kewajiban utang jangka panjang dari suatu perusahaan atau pemerintah. Pemerintah pusat, bagian dan lokal; agen pemerintah pusat; perusahaan; serta pemerintah dan perusahaan asing adalah yang berwenang menerbitkan obligasi.

Pendanaan ekuitas bisa berasal dari hasil penjualan saham perusahaan kepada investor swasta, dari saldo laba (laba yang dipertahankan dan diinvestasikan ulang oleh perusahaan ke dalam perusahaan tersebut), atau modal ventura (uang yang diinvestasikan ke perusahaan baru atau sedang tumbuh yang dipersepsikan memiliki potensi laba yang besar.

Itulah seklias tentang manajemen keuangan. Dengan memahami manajemen keuangan bagaimana yang baik untuk perusahaan, tentunya kita sudah mempunyai angan-angan, akan menjadi seperti apa perusahaan yang kita punya kelak. Apakah mempunyai pengaturan keuangan yang baik, atau malah sebaliknya? We’ll see in the future :) Thank you for reading :D

Bab 11. Manajemen Sumber Daya Manusia: Menemukan dan Mempertahankan Karyawan Terbaik

Hello readers :) Semoga nggak bosen ya nunggu ulasan topik saya yang terbaru. Hehe. Kali ini saya akan membahas tentang manajemen sumber daya manusia. Kenapa topik ini perlu Anda baca? Karena melalui ulasan saya ini, saya akan menceritakan bagaimana cara menemukan dan mempertahankan karyawan terbaik di perusahaan. Kalau nantinya para pembaca ingin membuka perusahaan sendiri, nggak ada salahnya nih baca review saya yang ini. Siapa tau Anda bisa menemukan karyawan seperti yang Anda idamkan setelah membaca review saya *promosi*. Langsung aja yuk dibaca :)
Manajemen sumber daya manusia adalah proses penentuan kebutuhan sumber daya manusia dan kemudian perekrutan, penyeleksian, pengembangan, pemotivasian, pengevaluasian, pemberian kompensasi, dan penjadwalan karyawan untuk mencapai tujuan organisasional. Ada beberapa tantangan yang ditemui dalam bidang sumber daya manusia. Apa saja?
1. Kekurangan orang yang terlatih dalam bidang-bidang pertumbuhan di masa depan, misalnya computer, bioteknologi, robotic, dan ilmu pengetahuan.
2. Banyaknya pekerja yang tidak terampil.
3. Semakin meningkatnya persentase pekerja baru yang kurang terdidik dan kurang siap bekerja.
4. Adanya peralihan dalam komposisi usia angkatan kerja.
5. Hukum dan peraturan yang kompleks.
6. Meningkatnya jumlah keluarga orang tua tunggal & keluarga dua pemasukan.
7. Peralihan sikap karyawan terhadap pekerjaan.
8. Pengecilan yang berkelanjutan.
9. Tantangan dari kelompok tenaga kerja luar negeri.
10. Permintaan tunjangan yang meningkat.
11. Kekhawatiran dengan karyawan baru.
12. Penurunan loyalitas.
Semua manajemen termasuk manajemen sumber daya manusia, dimulai dengan perencanaan. Ada lima langkah dalam menentukan kebutuhan sumber daya manusia, yaitu:
1. Mempersiapkan inventaris sumber daya manusia dari karyawan organisasi. Inventaris meliputi usia, nama, pendidikan, kapabilitas, dan informasi lain yang berhubungan dengan organisasi tertentu.
2. Mempersipakan analisis pekerjaan. Analisis pekerjaan adalah studi tentang apa yang dilakukan oleh para karyawan yang memegang berbagai jabatan pekerjaan. Hasil dari analisis pekerjaan adalah dua pernyataan tertulis deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan. Deskripsi pekerjaan adalah rangkuman akan tujuan pekerjaan, jenis pekerjaan yang harus dilakukan, tanggung jawab dan kewajiban, kondisi kerja, dan hubungan pekerjaan dengan fungsi lain. Sedangkan spesifikasi pekerjaan adalah rangkuman tertulis tentang kualifikasi minimum yang dibutuhkan dari para pekerja untuk melakukan pekerjaan tertentu.
3. Menilai permintaan sumber daya manusia di masa depan. Para manajer sumber daya manusia harus proaktif, dengan memastikan bahwa orang-orang yang terlatih tersedia ketika dibutuhkan.
4. Menilai persediaan masa depan. Kemungkinan besar, akan terjadi peningkatan kekurangan pekerja di masa depan karena angkatan kerja juga terus-menerus berubah.
5. Membuat rencana strategis. Rencana tersebut harus mempertimbangkan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan, penilaian, pemberian kompensasi, dan penjadwalan angkatan tenaga kerja.

Next, saya akan membahas tentang proses memperkerjakan. Proses ini terdiri dari perekrutan, seleksi, serta melatih dan mengembangkan karyawan. Perekrutan adalah rangkaian aktivitas yang digunakan untuk mendapatkan jumlah orang yang tepat yang memadai pada saat yang tepat, tujuannya untuk menyeleksi mereka yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Karena perekrutan merupakan tugas yang sulit, manajemen sumber daya manusia mencari banyak sumber bantuan. Sumber ini dikelompokkan menjadi sumber internal, seperti transfer, promosi, rekomendasi karyawan, karyawan yang dilatih ulang, serta reorganisasi departemen, dan sumber eksternal, seperti agensi pekerjaan swasta dan negeri, lamaran pribadi, konsultan manajemen, dan masih banyak lagi.

Selanjutnya adalah proses seleksi, yang berarti mengumpulkan informasi dan memutuskan siapa yang harus dipekerjakan di bawah garis pedoman hukum untuk kepentingan terbaik individu tersebut dan organisasi. Proses seleksi yang umum meliputi enam langkah, yaitu:
1. Mendapatkan formulir lamaran yang lengkap. Formulir ini bisa membantu pemberi kerja untuk mengetahui latar belakang pendidikan pelamar, pengalaman kerja, objektif karier, dan kualifikasi lain.
2. Melakukan wawancara awal dan wawancara lanjutan. Sangat penting bagi para manajer untuk menyiapkan wawancara untuk menghindari keputusan seleksi yang dapat mereka sesali. Faktor penting ketika menyusun pertanyaan dalam wawancara adalah bahasa, relevansi, level informasi, kompleksitas, dan accessibility.
3. Memberikan tes pekerjaan. Organisasi menggunakan tes untuk mengukur kompetensi dasar dalam keterampilan pekerjaan tertentu dan untuk membantu dalam mengevaluasi kepribadian dan minat pelamar.
4. Melakukan investigasi latar belakang. Sebagian organisasi saat ini menginvestigasi riwayat pekerjaan kandidat, riwayat sekolah, sejarah kredit, dan referensi secara lebih seksama di masa lalu.
5. Mendapatkan hasil dari tes fisik. Ada keuntungan yang nyata untuk memperkerjakan orang-orang yang sehat secara fisik dan mental. Untuk itu, beberapa perusahaan melakukan tes kepada calon karyawannya yang berpotensial menggunakan narkoba.
6. Menentukan periode percobaan. Masa percobaan bisa memungkinkan calon pekerja untuk membuktikan kelayakannya pada pekerjaan tersebut. Setelah periode percobaan, perusahaan bisa memperkerjakan secara permanen atau memberhentikan karyawan tersebut berdasarkan evaluasi dari penyelia.

Setelah proses perekrutan dan seleksi, perusahaan perlu melatih dan mengembangkan karyawan untuk kinerja yang optimal. Pelatihan dan pengembangan mencakup semua upaya untuk memperbaiki produktivitas dengan meningkatkan kemampuan bekerja karyawan. Pelatihan berfokus pada kemampuan jangka pendek, sementara pengembangan berfokus pada kemampuan jangka panjang. Pelatihan dan pengembangan meliputi beberapa aktivitas di bawah ini:
1. Orientasi karyawan, yang merupakan aktivitas yang menginisiasikan karyawan pada organisasi, pada teman karyawan, pada penyelia langsung mereka, dan pada kebijaksanaan, praktik, dan objektif perusahaan.
2. OJT (on the job training), yang merupakan pelatihan dimana karyawan dengan segera memulai tugasnya dan belajar dengan melakukan atau mengamati orang lain untuk sementara waktu dan kemudian meniru mereka semuanya di tempat kerja.
3. Masa belajar/magang, yaitu pelatihan yang melibatkan satu periode dimana seorang pelajar bekerja dengan karyawan berpengalaman untuk menguasai keterampilan dan prosedur keahlian.
4. Pelatihan di luar pekerjaan (off the job training) adalah pelatihan yang dilakukan jauh dari tempat kerja dan terdiri atas program internal atau eksternal untuk mengembangkan berbagai keterampilan atau untuk memajukan perkembangan pribadi.
5. Pelatihan online, yaitu pelatihan dimana para karyawan “menghadiri” kelas via internet.
6. Pelatihan vestibula, yaitu pelatihan yang dilakukan di kampus dimana karyawan diajari tentang peralatan yang sama dengan yang digunakan dalam pekerjaan tersebut.
7. Simulasi pekerjaan, yaitu penggunaan peralatan yang meniru kondisi pekerjaan dan tugas, sehingga pengikut latihan dapat mempelajari keterampilan tersebut sebelum mencobanya dalam pekerjaan.

Next, tentang pengembangan manajemen. Pengembangan manajemen adalah proses melatih dan mendidik karyawan untuk menjadi manajer yang baik, dan terus memonitor kemajuan keterampilan manajerial mereka. Sebagian besar program pelatihan mencakup beberapa hal di bawah ini:
1. Pelatihan pada pekerjaan, yang berarti seorang manajer senior akan membantu seorang manajer tingkat lebih rendah dengan mengajarinya keterampilan yang dibutuhkan pada umumnya.
2. Posisi cadangan. Dengan mengadakan jabatan pekerjaan cadangan, merupakan cara yang relatif berhasil dalam mengembangkan manajer.
3. Rotasi pekerjaan, yang bertujuan agar karyawan dapat belajar tentang fungsi yang berbeda dari organisasi.
4. Kursus dan pelatihan di luar pekerjaan. Para manajer secara periodik pergi ke sekolah atau seminar selama satu pekan atau lebih untuk mengasah keterampilan humas dan teknis mereka.
Manajer harus mampu menentukan apakah pekerja mereka melakukan pekerjaan yang efektif dan efisien dengan kesalahan dan gangguan yang minimum. Caranya dengan melakukan penilaian kinerja. Penilaian kinerja adalah evaluasi yang megukur tingkat kinerja karyawan terhadap standar yang sudah ada untuk mengambil keputusan tentang promosi, kompensasi, pelatihan tambahan, atau pemecatan.

Penilaian kinerja terdiri atas enam langkah, yaitu:
1. Menentukan standar kinerja.
2. Mengkomunikasikan standar tersebut pada karyawan.
3. Mengevaluasi kinerja.
4. Mendiskusikan hasil dengan karyawan.
5. Mengambil tindakan korektif.
6. Menggunakan hasilnya untuk mengambil keputusan.

Perusahaan tidak hanya bersaing untuk pelanggan, namun juga bersaing untuk karyawan. Dalam hal ini, perusahaan berusaha untuk mempertahankan karyawan terbaik mereka dengan memberikan fasilitas-fasilitas yang dapat membuat mereka betah bekerja di perusahaan kita. Seperti apa saja fasilitas tersebut? Mari kita baca berikut ini:
1. Kompensasi. Kompensasi merupakan salah satu alat pemasaran dasar yang digunakan perusahaan untuk menarik karyawan yang memenuhi syarat. Kompensasi ini bisa berupa kompensasi individu maupun kelompok. Manfaat dan tujuan kompensasi adalah menarik orang yang tepat, karyawan insentif, menghargai karyawan, mempertahankan daya saing, dan keamanan keuangan bagi karyawan.
2. Tunjangan tambahan. Yang termasuk di dalamnya adalah upah cuti sakit, upah liburan, rencana pension, dan rencana kesehatan yang mewakili kompensasi tambahan untuk para karyawan di luar upah dasar.
3. Pembagian pekerjaan. Pembagian pekerjaan adalah rencana dengan dua karyawan paruh waktu berbagi satu pekerjaan purnawaktu.
4. Waktu kerja yang fleksibel. Rencana waktu kerja yang fleksibel member karyawan kebebasan untuk memilih jam kerja, selama mereka bekerja sesuai dengan jumlah jam yang diharuskan. Biasanya, rencana waktu kerja yang fleksibel melibatkan apa yang disebut waktu inti. Waktu inti merujuk pada periode ketika semua karyawan diharapkan untuk berada di tempat kerja mereka. Opsi lain yaitu pekan kerja yang dipadatkan, yang merupakan jadawal kerja yang memungkinkan seorang karyawan untuk bekerja dalam waktu lebih lama, tetapi dalam jumlah hari yang lebih sedikit per minggu.
5. Pekerjaan yang berbasis rumah dan pekerjaan mobile lainnya. Adanya telecommuniting dapat menjadi penghemat biaya bagi pemberi kerja.
Ada juga sistem bayaran yang bermacam-macam, anatar lain:
1. Gaji, yang merupakan kompensasi tetap yang dihitung berdasarkan periode bayaran setiap minggu, setiap dua minggu, atau setiap bulan.
2. Gaji per jam dan hari kerja, yang didasarkan pada jumlah jam atau hari kerja dan digunakan untuk sebagian besar pekerja administrasi dan pekerja industri.
3. Sistem pekerjaan yang dibayar menurut hasil yang dikerjakan, yakni upah didasarkan pada jumlah barang yang diproduksi daripada jam atau hari.
4. Rencana komisi, yaitu bayaran yang didasarkan pada persentase penjualan.
5. Rencana bonus, yaitu bayaran ekstra untuk mencapai atau melebihi tujuan-tujuan tertentu.
6. Rencana pembagian laba, yaitu bonus tahunan yang diberikan kepada karyawan berdasarkan pada laba perusahaan.
7. Rencana pembagian keuntungan, yaitu bonus tahunan yang diberikan kepada karyawan berdasarkan pada pencapaian tujuan tertentu.
8. Opsi saham, yaitu hak untuk membeli saham dalam perusahaan pada harga tertentu, selama periode waktu tertentu.

Lalu, apa pentingnya mempertahankan karyawan?
-Karyawan dapat memberikan keuntungan perusahaan per tahun hingga 40%
-Rata-rata perusahaan kehilangan $1 juta pada saat kehilangan setiap 10 karyawan manajer.
-Memberikan biaya 50%-100% dari gaji mantan karyawan per tahunnya.

Ada 10 alasan utama karyawan tetap pada pekerjaannya, yaitu:
1. Credit Union Membership.
2. Keuntungan kesehatan.
3. Gaji.
4. Partner yang baik.
5. Jam kerja.
6. Perawatan anak.
7. Waktu libur.
8. Izin sakit.
9. Jarak dari rumah.
10. Perusahaan terkenal.
Karyawan tidak selalu berada dalam posisi yang mereka tempati ketika mereka dulu dipekerjakan. Ada yang naik jabatan, namun ada pula yang hanya jalan di tempat. Untuk itu, perlu adanya pergerkan karyawan melalui promosi dan penghentian, penugasan kembali karyawan, masa pensiun, dan kehilangan karyawan.

The last but not least adalah tentang hukum manajemen sumber daya manusia. Apa saja hukum-hukumnya?
1. Undang-undang Hak Warga Negara (1964)
2. Undang-undang Diskriminasi Usia (1967)
3. EEOA (1972)
            - Tindakan afirmatif
            - Diskriminasi yang terbalik
4. Undang-undang Hak Warga Negara (1991)
5. Undang-undang Warga Amerika Penyandang Cacat (1990)
6. Undang-undang Keamanan Sosial (1935)
7. Undang-undang Kesehatan dan Keselamatan Pekerja (1970)
8. Undang-undang Keamanan Uang Pemasukan Pekerja (1974)

Nah, itulah review saya tentang manajemen sumber daya manusia. Semoga apa yang saya share ini, bisa bermanfaat bagi pembaca ya. Come and visit my blog again, because i’ll share other topic review. Thanks for reading and God bless :)

Bab 9: Memproduksi Barang dan Jasa Kelas Dunia

Hallo :) Jumpa lagi dengan saya. Kali ini saya akan mengulas topik tentang memproduksi barang dan jasa kelas dunia. Seperti apa sih barang dan jasa yang mampu bersaing di kelas dunia? Jika kalian ingin tau, you can read my review in this blog. Hehe. Dalam bahasan saya ini, saya akan lebih banyak mengambil contoh dari negara Amerika Serikat. Kenapa Amerika? Karena mereka sudah terbukti dan terkenal dalam menghasilkan produk-produk yang mendunia. Contohnya saja, mobil Toyota, mobil Mercedes, mobil BMW, dan masih banyak yang lainnya.
Lalu, apa ya yang membuat para pemanufaktur di Amerika bisa tetap kompetitif? Ternyata, mereka menekankan pada hal-hal di bawah ini:

1. Berfokus pada pelanggan.
2. Mempertahankan hubungan erat dengaan pemasok dan perusahaan lain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
3. Mempraktikkan pengembangan yang kontinu.
4. Berfokus pada kualitas
5. Menghemat biaya melalui seleksi tempat.
6. Mengandalkan internet untuk menyatukan perusahaan-perusahaan.
7. Menggunakan teknik produksi yang baru, seperti perencanaan sumber perusahaan, manufaktur yang diintegrasi dengan computer, manufaktur yang fleksibel, dan manufaktur yang ramping.

Menurut sejarah, produksi dihubungkan dengan manufaktur. Produksi (production) adalah pembuatan barang dan jasa dengan menggunakan faktor-faktor produksi, yaitu tanah, tenaga kerja, modal, kewirusahaan, dan pengetahuan.namun, seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan dari manufaktur ke sektor jasa. Ada juga istilah manajemen produksi (production management), yaitu istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan semua aktivitas yang dilakukan para manjer untuk membantu perusahaan mereka membuat barang. Untuk mencerminkan perubahan dari manifaktur ke jasa, istilah produksi sering diganti dengan operasi untuk mencerminkan produksi barang dan jasa. Manajemen operasi (operations management) adalah area khusus di dalam manajemen yang mengubah atau mentransformasi sumber (termasuk sumber manusia) menjadi barang dan jasa. Ini mencakup manajemen inventaris, kontrol kualitas, perencanaan produksi, jasa follow-up, dan lain-lain. Manajemen operasi tidak hanya dalam sektor manufaktur saja, tetapi juga dalam sektor jasa. Manajemen operasi dalam sektor jasa menyangkut dalam menciptakan pengalaman yang bagus bagi mereka yang menggunakan layanan jasa. Singkatnya, seorang manajemen operasi harus berusaha menyenangkan pelanggan dengan cara mengantisipasi kebutuhan mereka.

Untuk dapat menghasilkan suatu produk, tentu melalui proses terlebih dahulu. Proses ini menggunakan masukan dasar untuk membuahkan sesuatu. Produksi juga menambahkan nilai, atau kegunaan, pada bahan atau proses. Nilai atau kegunaan yang ditambahkan ini disebut dengan form utilitity. Ada dua istilah produksi, yaitu proses dan perakitan. Manufaktur proses (process manufacturing) adalah bagian proses produksi yang secara fisik atau kimiawi mengubah bahan. Sedangkan proses perakitan (assembly process) adalah proses produksi yang menyatukan komponen-komponen. Selain itu, proses produksi ada yang berkelanjutan, ada juga yang sebentar-sebentar. Proses produksi yang berkelanjutan (continous process) adalah proses produksi yang lama berjalan dan menghasilkan barang jadi berkali-kali. Proses sebentar-sebentar (intermittent process) adalah proses produksi dimana jumlah produksi sedikit dan mesin sering diubah untuk membuat produk-produk yang berbeda.
Tujuan utama dari manufaktur dan manajemen operasi adalah untuk menyediakan produk dan jasa berkualitas tinggi secara instan sebagai respons terhadap permintaan pelanggan. Jika permintaan pelanggan semakin meningkat dan beragam, mau tidak mau perusahaan harus meningkatkan teknik produksi, tetapi biaya yang dipakai tidak ikut bertambah.
Di Amerika, perusahaan-perusahaan telah berkembang dan membuat pemanufaktur menjadi lebih kompetitif. Apa saja perkembangannya?

1. Manufaktur dan Desain yang Dibantu dengan Komputer.
Hal pertama yang dibantu komputer adalah bantuan dalam desain produk, yang disebut dengan desain yang dibantu dengan komputer (computer-aided design-CAD). Sistem CAD memungkinkan para desainer untuk bekerja dalam tiga dimensi. Berikutnya adalah melibatkan komputer secara langsung dalam proses produksi, yang disebut dengan manufaktur yang dibantu dengan komputer (computer-aided manufacturing-CAM). CAD/CAM memungkinkan produk dengan desain sesuai pesanan untuk memenuhi kebutuhan pasar kecil. Penyatuan antara CAD dengan CAM adalah manufaktur yang diintegrasi oleh komputer (computer-integrated manufacturing-CIM).

2. Manufaktur yang Fleksibel.
Manufaktur yang fleksibel (flexible manufacturing) adalah merancang mesin untuk mengerjakan banyak tugas, sehingga mesin tersebut dapat menghasilkan beragam produk.

3. Manufaktur yang Ramping.
Manufaktur yang ramping (lean manufacturing) adalah produksi barang dengan menggunakan segala sumber yang lebih sedikit ketimbang produksi massa.

4. Penyesuaian Massa.
Penyesuaian massa (mass customization) adalah menyesuaikan produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan individual.

Perencanaan manajemen operasi melibatkan lokasi fasilitas, tata ruang fasilitas, perencanaan persyaratan bahan, pembelian, pengendalian inventaris, dan kontrol kualitas.
1. Lokasi fasilitas (facility location) adalah proses pemilihan lokasi geografis untuk operasi perusahaan. Satu strategi dalam lokasi fasilitas adalah mencari sebuah tempat yang memudahkan para pelanggan untuk mengakses layanan perusahaan dan untuk mempertahankan dialog tentang kebutuhan mereka.
2. Tata ruang fasilitas (facility layout) adalah susunan fisik sumber (termasuk orang-orang) dalam proses produksi. Intinya adalah untuk meletakkan kantor, mesin, area penyimpanan, dan artikel lain di dalam posisi yang sebaik mungkin. Untuk jasa, tata ruang fasilitas biasanya dirancang untuk membantu konsumen menemukan dan membeli barang.
3. Selanjutnya adalah perencanaan persyaratan bahan (materials requirement planning – MRP) yang merupakan sistem manajemen operasi berbasis komputer yang menggunakan ramalan penjualan untuk memastikan bahwa bagian-bagian dan bahan-bahan yang dibutuhkan tersedia pada waktu dan tempat yang tepat di satu perusahaan tertentu. Variasi terbaru dari MRP adalah perencanaan sumber perusahaan (enterprise resource planning – ERP). ERP adalah aplikasi computer yang memungkinkan banyak perusahaan untuk mengatur semua operasi mereka (keuangan, perencanaan persyaratan, sumber daya manusia, dan pemenuhan pesanan) pada basis kumpulan data korporat yang terintegrasi.
4. Pembelian (purchasing) adalah fungsi dalam sebuah perusahaan yang mencari sumber bahan berkualitas, menemukan pemasok terbaik, dan menegosiasikan harga terbaik untuk barang dan jasa yang berkualitas.
5. Kontrol inventaris yang tepat pada waktunya (just-in-time (JIT) inventory control) adalah proses produksi dimana inventaris minimum disimpan di dalam gudang serta bagian, persediaan, dan kebutuhan lain dikirimkan tepat pada waktunya ke lini perakitan. Sistem JIT memastikan bahan yang tepat berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat dengan harga yang termurah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan produksi.
6. Kontrol kualitas. Kualitas (quality) adalah secara konsisten memproduksi apa yang diinginkan pelanggan sementara mengurangi kesalahan sebelum dan setelah pengiriman kepada pelanggan. Sebelumnya di Amerika Serikat, kontrol kualitas sering dilakukan oleh departemen kontrol kualitas pada akhir lini produksi. Sekarang, banyak perusahaan beralih ke penggunaan standar kontrol kualitas modern, seperti kualitas sigma enam. Kualitas sigma enam (six sigma quality) adalah ukuran kualitas yang memperbolehkan hanya 3,4 kerusakan per juta kesempatan. Ada juga kontrol kualitas statistis (statistical quality control –SQC) yang merupakan proses yang digunakan beberapa manajer untuk secara kontinu memonitor semua fase proses produksi guna memastikan bahwa kualitas ditambahkan dalam produk tersebut dari awal. Selain itu, ada kontrol proses statistis (statistical process control), yaitu proses pengambilan sampel statistis dari komponen-komponen produk pada setiap tingkat proses produksi dan menggambarkannya di atas grafik.
Ada dua standar kualitas, yaitu Baldrige Awards dan ISO 9000, serta ISO 14000. Suatu perusahaan dapat memperoleh Baldrige Awards apabila memiliki kualitas dalam tujuh bidang, yaitu kepemimpinan, perencanaan startegis, fokus pasar dan pelanggan, informasi dan analisis, fokus sumber daya manusia, manajemen proses, dan hasil bisnis. Sedangkan ISO (International Organization for Standardization) adalah federasi badan standar nasional lingkup dunia lebih dari 140 negara yang menentukan ukuran global untuk kualitas produk individual. ISO 9000 adalah nama umum yang diberikan untuk manajemen yang berkualitas dan standar yang terjamin. ISO 14000 adalah kumpulan praktik terbaik untuk mengelola pengaruh organisasi terhadap lingkungan.

Agar seseorang yakin bahwa proses perakitan berjalan lancar dan selesai pada waktu yang dikehendaki, dapat menggunakan suatu teknik, yaitu evaluasi program dan teknik tinjauan. Evaluasi program dan teknik tinjauan (program evaluation and review technique – PERT) adalah metode untuk menganalisis tugas yang terlibat di dalam penyelesaian proyek tertentu, perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas, dan identifikasi waktu minimum yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh proyek.

Langkah-langkah yang dalam penggunaan PERT, yaitu:
1. Menganalisis dan mengurutkan tugas-tugas yang harus dilakukan.
2. Memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas.
3. Menggambar jaringan PERT yang mengilustrasikan informasi dari langkah 1 dan 2, dan
4. Mengidentifikasikan jalan penting. Jalan penting (critical path) adalah urutan tugas yang membutuhkan waktu penyelesaian terlama.
Selain PERT, strategi yang lebih mendasar yang digunakan pemanufaktur untuk mengukur kemajuan produksi adalah bagan Gantt. Bagan Gantt (Gantt chart) adalah bagan batang yang menunjukkan kepada manajer produksi, proyek yang sedang dikerjakan dan tingkatnya dalam waktu tertentu.

Itulah ulasan saya tentang memproduksi barang dan jasa kelas dunia. Mungkin saat ini kita masih belum bisa mengaplikasikan hal-hal yang berkaitan dengan produksi barang seperti yang saya katakan di atas. Tapi, dengan mengetahui terlebih dahulu, setidaknya kita bisa memperoleh pengetahuan yang akan berguna bagi kita saat memasuki dunia kerja nanti :)
Thank you for reading :D God bless :)