Showing posts with label Artikel Bab 13 Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Artikel Bab 13 Manajemen. Show all posts

Sunday, December 09, 2012

Dililit Utang, Bakrie Telecom Didepak dari DE

Bakrie Telecom
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 14 emiten dikeluarkan dari Daftar Efek Syariah (DES) karena tidak memenuhi aturan. Empat di antara emiten tersebut dikeluarkan dari DES karena memiliki utang yang melampaui aturan Bapepam-LK.

Keempat perusahaan tersebut adalah PT Bakrie Telecom Tbk, PT Verau Coal Energy Tbk, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, dan PT Indosat Tbk. Menurut Bapepam-LK utang yang dimiliki keempat perusahaan tersebut sudah melebihi batas yang ditentukan regulator. 
"Maksimal utang adalah 45 persen dari total aset," kata Kepala Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Bapepam-LK, Etty Retno Wulandari, di Gedung Bapepam-LK Jakarta, Senin (26/11).
Sepuluh perusahaan lain yang keluar dari DES adalah PT Bhakti Investama Tbk, PT Bumi Resources Minerals Tbk, PT Borneo Lumbung Energi dan Metal Tbk, PT Cahaya Kalbar Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Modern Internasional Tbk, PT Petrosea Tbk, PT Polaris Investama Tbk, PT Sumber Energi Andalan Tbk, dan PT Trada Maritime Tbk. Kesepuluh ini tidak masuk lagi ke daftar efek syariah karena pendapatan riba perusahaan melebihi aturan Bapepam-LK, yaitu 10 persen.
Seperti diketahui setiap perusahaan atau emiten yang termasuk ke dalam DES harus memenuhi aturan rasio-rasio keuangan. Aturan tersebut di antaranya adalah total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total aset tidak boleh lebih dari 45 persen. Selain itu total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha tidak boleh lebih dari 10 persen.
Bapepam-LK juga menerbitkan daftar efek syariah untuk semester kedua. Pada daftar tersebut tercatat 317 perusahaan yang sahamnya termasuk saham syariah. Sebanyak 302 perusahaan di antaranya adalah perusahaan yang listing di bursa. Sisanya adalah 10 emiten tidak listing sedangkan sisanya merupakan perusahaan publik.
Total daftar efek syariah pada semester kedua ini mengalami peningkatan bila dibandingkan semester pertama yang hanya berjumlah 304 perusahaan. Sedangkan semester dua tahun lalu jumlah perusahaan yang terdaftar di DES hanya 250 perusahaan. Etty mengungkapkan fakta ini menunjukkan semakin banyaknya perusahaan yang mengelola keuangan mereka dengan baik dan menjauhi saham yang tidak sehat. 

Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: Friska Yolandha

Source: republika.co.id

Bank Mandiri Juara 1 Six Sigma Excellence Award 2009 Asia

SINGAPURA -- Bank Mandiri meraih juara 1 Six Sigma Excellence Award 2009 dalam kategori Best Defect Elimination in Service and Transaction yang diselenggarakan International Quality & Productivity Centre (IQPC), Asian Six Sigma Award 2009 di Singapura. 

Six Sigma adalah strategi untuk memperbaiki proses secara terus menerus dalam mencapai kepuasan pelanggan. Target Six Sigma adalah zero defect atau kesempurnaan serta efisiensi. 

Direktur Technology and Operation Bank Mandiri, Sasmita, mengatakan, penghargaan ini diberikan, karena Bank Mandiri berhasil menurunkan respon time email untuk 'contact us' di layanan contact center dari 3 hari atau 74 jam menjadi 5 jam saja. "Keberhasilan ini dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas untuk memperkecil penyimpangan layanan dan transaksi. Ini sangat luar biasa," kata Sasmita. 

Selain Bank Mandiri, tutur dia, terdapat 50 peserta dari perusahaan-perusahaan miltinasional di Asia termasuk perusahaan finansial di Hongkong, India dan Singapura. Ada empat kategori yang dilombakan yaitu Best Defect Elimination in Service, Best Defect Elimination in Manufacturing, Best Design for Six Sigma dan Best Innovation Project. - c81/ahi 

Source: republika.co.id