Wednesday, October 31, 2012

Hello from here :D

Hellooooo :3
I'm the admin of this blog. My name is Dwi Martsitta Ariani Putri, but just call me Sitta. I was born in March 14, 1993. I've lived at Surabaya for 19 years. Now, i'm majoring accounting at STIE Perbanas Surabaya, class of 2012. Still new, right? Hehe. My student number is 2012310765. Why i make this blog? Because it's the part of "Introduction to Business and Management" subject assessment. And my lecturer, Mr. Harry asked us to post a topic review that already presented by each group each week.
I hope all of my posts are useful for readers. And don't forget to comment ya :D
Thank you and enjoy reading :D

Saturday, October 27, 2012

Penjualan Saham Bank Mutiara Macet

Bank Mutiara
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Manajemen PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) menyampaikan paparannya ke otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana penjualan saham bank yang dahulunya bernama Century ini. Sejauh ini, belum ada investor yang memenuhi persyaratan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk melakukan transaksi tersebut.

"LPS menyatakan belum ada investor yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan," kata Direktur Utama Bank Mutiara, Maryono, dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (9/10). Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24/ 2004 tentang LPS menyebutkan LPS selaku pemegang saham Bank Mutiara memiliki wewenang melakukan penjualan saham Bank Mutiara.

LPS telah melakukan pengumuman terkait penjualan saham tersebut di sejumlah media massa. Khususnya terkait rangkaian proses penjualan saham. Namun, karena belum ada yang berminat maka LPS akan membuka kembali proses penjualan saham Bank Mutiara pada waktu yang ditentukan kemudian.

Penawaran pembelian saham Bank Mutiara telah dibuka LPS sejak 1 Oktober lalu hingga akhir tahun ini. Menurut informasi sebelumnya dikabarkan ada tiga calon investor yang menaruh minat membeli saham bank tersebut yang nilainya mencapai Rp 6,7 triliun. 

Sayangnya, ketiganya tak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan Bank Indonesia. "Menurut aturan, jika tak ada pembeli yang berminat dengan harga jual minimal tersebut, maka LPS akan menjualnya dengan harga pasar yang terbaik," kata Ketua Dewan Komisioner LPS, Heru Budiargo.

Redaktur: Hafidz Muftisany

Reporter: Mutia Ramadhan

Source: republika.co.id

CIMB Niaga Tawarkan Obligasi Rp 500 Miliar

CIMB Niaga
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menawarkan Obligasi I Tahun 2012 mencapai Rp 500 miliar. Nilai kuponnya berkisar 6,5 persen hingga 8,2 persen.


Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance, Frenkie Natawijaya, mengatakan obligasi tersebut terdiri dari dua seri. Seri A berjangka waktu atau tenor 370 hari. Kupon bunganya berkisar 6,5 persen hingga 7,1 persen. Seri B berjangka waktu tiga tahun. "Kupon bunganya berkisar 7,5 persen hingga 8,2 persen," kata Frengkie. 

Dana yang diperoleh dari hasil obligasi ini akan digunakan sebagai modal kerja. Sebagian besar di antaranya untuk pembiayaan kendaraan bermotor roda empat. Sisanya, 25 persen, untuk melunasi utang pada bank yang akan jatuh tempo November tahun ini.

Potensi menambah porsi obligasi akibat kelebihan permintaan masih bisa terjadi. Oleh karenanya, perusahaan mematok levelnya paling tinggi satu triliun rupiah. CIMB Securities bertindak selaku penjamin emisi obligasi. "Kami optimis obligasi ini akan terserap pasar," kata Direktur CIMB Securities Indonesia, Yuga Nugraha. 

Masa penawaran awal obligasi ini akan dilakukan pada 18-30 Oktober 2012. Perusahaan telah mengantongu peringkat AA+ dari PT Fitch Ratings Indonesia.

Kredit SME tumbuh 23 Persen

Sementara itu, PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) menargetkan penyaluran kredit small medium enterprises (SME) tahun ini mencapai Rp 22 triliun. 

Artinya, tumbuh 23 persen. Hingga akhir September 2012, kredit SME yang telah disalurkan mencapai Rp 20 triliun.

Direktur Commercial Banking dan Syariah CIMB Niaga, Handoyo Soebali, mangatakan tahun lalu perusahaan telah menyakurkan kredit SME hingga Rp 17 triliun. "Pertumbuhan kreditnya saat itu 22 persen," katanya.

Kelas kredit SME terbagi dua. Pertama, kelas menengah yang menyerap 66 persen dari total penyaluran. Kedua, kelas mikro yang menyerap 33 persen dari total penyaluran. Nasabah SME CIMB Niaga bergerak di sektor pertanian plasma, perdagangan, hingga perkebunan.


Redaktur: Djibril Muhammad
Reporter: Mutia Ramadhani

Source: republika.co.id

Thursday, October 25, 2012

Bank Syariah Mandiri Butuh 2.800 Pegawai, Berminat?

BSM
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Mandiri Syariah (BSM) masih membutuhkan sekitar 2.800 pegawai lagi pada tahun 2012. Pegawai tersebut diharapkan dapat mengisi kekosongan pegawai di kantor pusat dan cabang BSM yang tesebar di seluruh Indonesia.

Wakil Presiden PT Bank Mandiri Syariah, Eka Bramantya Danuwirana, menyebutkan jumlah ini masih lebih sedikit dibandingkan rekrutmen BSM tahun lalu. Pada 2011 BSM sudah merekrut sekitar 3.552 pegawai. Mereka ditempatkan di kantor-kantor cabang BSM yang baru di kota-kota di Indonesia. 

"Pegawai ini terdiri dari pegawai kontrak, tetap, dan outsourcing," ujar Eka kepada wartawan, usai menjadi pemateri dalam HR Syariah Summit, Rabu (11/4).

Meskipun membutuhkan cukup banyak pegawai, Eka menyebutkan BSM tetap berpedoman pada standar yang telah ditetapkan perusahaan dalam perekrutan. Salah satu upaya yang dilakukan BSM dalam perekrutan adalah melakukan early recruitment program (ERP). Kegiatan ini dilakukan dengan masuk ke universitas-universitas di Indonesia untuk mencari calon-calon pegawai baru yang dapat dididik untuk bergabung dengan BSM.

Para mahasiswa yang terpilih diberi pengarahan dan pendidikan selama kurang lebih satu pekan. Setelah pendidikan mereka diajak bergabung dengan BSM dan melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan perbankan syariah, khususnya BSM. "Mereka diberi gaji dan insentif layaknya pegawai kami," tutur Eka.

Bila mahasiswa ini berkinerja baik, mereka kemudian diangkat menjadi pegawai kontrak BSM. Namun bila tidak terpilih, BSM memberikan mereka sertifikat yang dapat mereka jual ke bank lain sebagai nilai tambah bagi mahasiswa setelah lulus.

Eka menyebutkan melalui program ini BSM berhasil mendapatkan pegawai-pegawai berkualitas yang memiliki potensi besar. Animo mahasiswa dalam hal ini cukup besar sehingga perekrutan ini dinilai cukup berhasil.

BSM memiliki program pengembangan pegawai sendiri. Setiap pegawai tidak hanya diberikan pendidikan tentang hal-hal yang wajib mereka ketahui tetapi juga memberikan wawasan, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. "Kami memberikan beasiswa pascasarjana untuk karyawan," kata Eka.

Selain itu BSM juga memberikan kebebasan bagi pegawai untuk berkembang. Misalnya saat pegawai ingin mencoba tantangan di cabang, BSM dengan senang hati memfasilitasi.

Terkait perekrutan, Eka mengatakan pihaknya selalu melakukan evaluasi terhadap pegawai. Evaluasi ini dilakukan untuk menilai kembali kinerja pegawai setiap tiga bulan. Seluruh pegawai, termasuk kepala divisi mendapatkan evaluasi tersebut. "Jadi bukan berarti sudah menjadi kepala divisi lalu aman dari evaluasi," tutur Eka.


Redaktur: Heri Ruslan
Reporter: Friska Yolandha


Pengurangan PNS Baru Lebih Efektif, Daripada Pensiun Dini

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara EE Mangindaan lebih memilih untuk mengurangi penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) dibandingkan dengan kebijakan pensiun dini. Pasalnya dengan penerimaan PNS secara selektif itu dapat mengurangi beban anggaran negara.

Menurut Mangindaan tidak semua PNS mau disuruh pensiun dini.  Opsi yang diajukan oleh Kementerian Keuangan hanya merupakan salah satu alternatif saja.  "Mana mau seenaknya kita disuruh pensiun dini dan sebagainya,"ujarnya, di kantor presiden, Jumat (24/6).

Ada beberapa alternatif lain. Seperti dengan mengatur penerimaan pegawai negeri sipil.  Jumlah penerimaan setiap tahunnya akan terus dikurangi.  Mengenai hal itu pun, jelas Mangindaan, sudah dibicarakan dengan Kementerian Keuangan.  


"Itu sudah kita bicarakan dengan menteri keuangan, selektif, dan kita kurangi. Istilahnya bukan kuota, tapi formasi sehingga bisa menjawab masalah yang tadi,"terangnya.

Sebetulnya, ungkap Mangindaan, para pegawai yang masuk dengan pensiun itu relatif sama.  Hanya saja permasalahan pengawai honorer itu yang perlu diselesaikan karena jumlahnya cukup besar.  Untuk masalah honorer ini, pihaknya sudah membicarakannya dengan Menteri Dalam Negero dan Pemerintah di Daerah.

Sebelumnya Kementerian Keuangan mendorong para pegawai negeri sipil (PNS) untuk mengajukan pensiun dini. Imbauan pemerintah itu bertujuan untuk merampingkan struktur birokrasi, sehingga tidak membebani anggaran.

Sebagai stimulus, pemerintah sedang mengkaji kompensasi atau pesangon bagi PNS yang pensiun dini secara sukarela. Menurut Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati, kompensasi itu mirip kebijakan golden shake hand di perusahaan swasta, yaitu pegawai yang pensiun dini mendapat pesangon lumayan besar.


Redaktur: taufik rachman
Sumber: antara

Source: republika.co.id